Pemeriksaan Telur Cacing Cara Tidak Langsung dengan Flotasi Metode Willis
Prinsip Pemeriksaan
Metode Willis adalah teknik flotasi untuk memisahkan dan mengkonsentrasikan telur cacing dari feses menggunakan larutan garam jenuh (NaCl).Telur dengan berat jenis lebih rendah dari larutan akan mengapung ke permukaan, kemudian dapat diambil menggunakan kaca objek dan diperiksa di mikroskop.
Tujuan
- Mendeteksi dan mengidentifikasi telur cacing usus dalam jumlah sedikit.
- Meningkatkan sensitivitas diagnosis dibanding pemeriksaan langsung.
Catatan Keselamatan (K3 Laboratorium)
- Gunakan sarung tangan, masker, dan jas laboratorium.
- Hindari kontaminasi silang antar sampel.
- Buang sisa bahan ke tempat infeksius sesuai prosedur limbah B3.
Alat dan Bahan
- Tabung reaksi atau flotation tube
- Rak tabung
- Kaca objek dan kaca penutup
- Saringan (mesh halus) / kasa
- Mikroskop cahaya
- Tongkat pengaduk / batang pengaduk
- Pipet tetes
- Bahan
- Sampel tinja (± 2 gram)
- Larutan NaCl jenuh (BJ ± 1,18–1,20)
- Air bersih / aquadest (untuk pengenceran bila perlu)
Prosedur Pemeriksaan (Langkah Operasional)
- Ambil ± 2 gram tinja, masukkan ke dalam tabung reaksi, tambahkan larutan NaCl jenuh ± 10 mL.. Aduk hingga homogen.
- Saring suspensi melalui saringan halus ke tabung lain untuk menghilangkan debris. Tambahkan lagi larutan NaCl jenuh hingga permukaan membentuk meniskus cembung di bibir tabung.
- Letakkan kaca penutup di atas meniskus hingga menempel. Diamkan 10–15 menit agar telur cacing naik menempel pada kaca penutup.
- Angkat kaca penutup secara hati-hati, lalu letakkan di atas kaca objek.Periksa di mikroskop dengan pembesaran 10× dan 40×. Identifikasi bentuk dan jenis telur cacing.
Hasil dan Interpretasi
- Positif : Telur cacing tampak pada sediaan, dapat berupa: Ascaris lumbricoides (fertil/infertil). Trichuris trichiura. Ancylostoma duodenale / Necator americanus. Enterobius vermicularis
- Negatif : Tidak ditemukan telur cacing pada seluruh lapangan pandang.
Catatan: Beberapa telur tidak mengapung dengan baik pada larutan NaCl jenuh, misalnya Taenia sp., Hymenolepis, atau Schistosoma → metode sedimentasi lebih cocok.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan- Sensitivitas tinggi untuk infeksi ringan.
- Prosedur sederhana dan murah.
- Cocok untuk skrining.
Kekurangan
- Larutan NaCl dapat menyebabkan distorsi telur (khususnya Trichuris).
- Tidak efektif untuk telur yang berat jenisnya tinggi
- Tidak cocok untuk menemukan protozoa, karena dapat lisis.
| Kesalahan | Dampak | Pencegahan |
|---|---|---|
| Meniskus tidak terbentuk | Telur tidak menempel pada kaca penutup | Tambahkan larutan hingga tepat cembung |
| Waktu flotasi terlalu singkat | Telur belum mengapung | Tunggu 10–15 menit |
| Waktu terlalu lama | Distorsi telur | Jangan lebih dari 20–30 menit |
| Suspensi terlalu pekat | Banyak debris | Saring dengan mesh halus |
Referensi


Komentar
Posting Komentar