PEMERIKSAAN MALARIA MIKROSKOPIS









Pemeriksaan malaria mikroskopis adalah metode standar emas (gold standard) untuk menemukan parasit Plasmodium di dalam darah menggunakan preparat hapus tebal dan hapus tipis.

1. Tujuan Pemeriksaan

  1. Menegakkan diagnosis malaria.
  2. Menentukan spesies Plasmodium (falciparum, vivax, ovale, malariae, knowlesi)
  3. Menentukan kepadatan parasit (parasitemia).
  4. Memantau keberhasilan terapi antimalaria.

2. Dasar Teori

A. Sediaan Hapus Tebal (Thick Smear)
  1. Lebih sensitif → parasit terkonsentrasi
  2. Sel darah merah dihancurkan → memudahkan deteksi parasit.
  3. Tidak dapat melihat bentuk morfologi eritrosit sehingga kurang tepat untuk identifikasi spesies.

B. Sediaan Hapus Tipis (Thin Smear)

Lapisan tipis seperti “bulu burung”.
Mempertahankan morfologi eritrosit dan parasit → bagus untuk identifikasi spesies Plasmodium.
 

3. Bahan dan Alat

  • Darah kapiler (finger prick) 
  • Objek glass.
  • Jarum lanset steril.
  • Pewarna Giemsa.
  • Larutan buffer pH 7,2.
  • Rak pengering.
  • Mikroskop cahaya (1000x dengan oil immersion).
  • Minyak imersi.

4. Langkah Kerja Pemeriksaan

A. Pembuatan Sediaan Hapus Tebal

  1. Teteskan 2–3 tetes kecil darah kapiler di tengah kaca objek.
  2. Dengan ujung kaca objek, ratakan menjadi lingkaran diameter ± 1 cm.
  3. Biarkan mengering tanpa fiksasi (harus kering sempurna, 15–30 menit).
  4. Warnai dengan Giemsa 3–5% selama 30 menit atau Giemsa 10% selama 10 menit.
  5. Bilas dengan air buffer pH 7,2 dan keringkan.
  6. Amati dengan pembesaran 1000x.

B. Pembuatan Sediaan Hapus Tipis

  1. Teteskan darah kecil pada ujung kaca objek.
  2. Geser kaca lain dengan sudut 30–45° hingga darah menyebar.
  3. Tarik geser hingga membentuk lapisan “bulu burung”.
  4. Keringkan.
  5. Fiksasi dengan metanol 100% selama 1 menit.
  6. Warnai Giemsa 
  7. Giemsa 3–5% selama 30 menit atau Giemsa 10% selama 10 menit.
  8. Bilas dengan air buffer pH 7,2 dan keringkan.
  9. Amati dengan pembesaran 1000x.

5. Morfologi Parasit 

Plasmodium falciparum

  • Banyak bentuk cincin (ring) muda.
  • Bentuk “headphone”.
  • Gametosit berbentuk pisang (banana/crescent).
Tropozoit muda Plasmodium falciparum pada sediaan darah tebal 

Tropozoit muda dan gametosit Plasmodium falciparum pada sediaan darah tebal

Plasmodium vivax

  • Eritrosit membesar.
  • Bentuk trofozoit amuboid.
  • Pigmen kasar, titik Schüffner tampak.
Tropozoit tua Plasmodium vivax pada sediaan darah tipis

Plasmodium malariae

  • Cenderung pita (band forms) dalam eritrosit.
  • Parasit terlihat kompak dan kecil.

Tropozoit tua Plasmodium malariae pada sediaan darah tipis


Plasmodium ovale

  • Eritrosit oval, batas bergerigi (fringed).
  • Terdapat titik Schüffner

Gametosit Plasmodium ovale pada sediaan darah tipis


6. Perhitungan Kepadatan Parasit (Parasitemia)



7. Pelaporan Hasil

Contoh format:
A. Hasil Positif

“Ditemukan Plasmodium falciparum bentuk cincin dan gametosit. Parasitemia: 2% atau 1800/µL.”
 
B. Hasil Negatif

“Tidak ditemukan parasit malaria setelah pemeriksaan minimal 100 lapangan pandang.”

 
8. Kualitas Pemeriksaan
  • Pengeringan sediaan harus sempurna.
  • Pewarna harus pH 7,2.
  • Pemeriksa minimal melihat 100–200 lapang pandang sebelum menyatakan negatif
  • Mikroskop dicek kualitas fokus dan pencahayaan.

Komentar

Postingan Populer