Pemeriksaan Telur Cacing Cara Langsung dari Sampel Feses (Direct Smear Method)



Prinsip Pemeriksaan

Pemeriksaan cara langsung dilakukan dengan menyiapkan sediaan basah dari sampel tinja menggunakan larutan NaCl fisiologis (0,85%) atau larutan Lugol.
Tujuannya untuk melihat telur cacing, larva, kista, trofozoit protozoa, dan komponen lain dalam kondisi relatif segar tanpa proses konsentrasi.

 Tujuan

  1. Deteksi cepat adanya telur cacing atau parasit usus.
  2. Pemeriksaan awal sebelum metode konsentrasi (sedimentasi/flotasi).
  3. Cocok untuk laboratorium klinik dengan kebutuhan proses cepat.

Alat dan Bahan

  • Alat
  • Mikroskop cahaya
  • Kaca objek dan kaca penutup
  • Tongkat pengaduk / aplikator kayu
  • Pipet tetes
  • Spidol untuk label
  • Sarung tangan, tissue, masker
  • Bahan
  • Sampel tinja segar (± 2 mg)
  • NaCl fisiologis (0,85%)
  • Lugol 1% (opsional, untuk pewarnaan ringan)

Prosedur Pemeriksaan

Ambil sedikit tinja (± 2 mg; sebesar ujung lidi). Letakkan pada kaca objek. Tambahkan 1–2 tetes NaCl fisiologis ke sampel. Aduk dan homogenkan hingga membentuk suspensi tipis dan merata.Tutup dengan kaca penutup perlahan untuk mencegah gelembung. Periksa sediaan di mikroskop. Perbesaran 10× untuk penyaringan lapangan. Perbesaran 40× untuk identifikasi detail telur cacing.
 
Sediaan Lugol (opsional)
Buat sediaan kedua menggunakan Lugol → membantu menonjolkan struktur internal kista protozoa dan beberapa telur.

Hasil dan Interpretasi

  • Positif : Ditemukan Telur cacing usus (Ascaris, Trichuris, Hookworm, Enterobius, Taenia, dll.) Larva (mis. Strongyloides stercoralis). Kista / trofozoit protozoa. Telur atau oosit yang mudah terlihat dalam sediaan segar.
  • Hasil Negatif : Tidak ditemukan telur atau bentuk parasit setelah memeriksa seluruh lapangan pandang.
Catatan: Pemeriksaan langsung memiliki sensitivitas rendah, terutama bila jumlah telur sedikit → dianjurkan lanjut ke metode konsentrasi (flotasi/sedimentasi).

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

  • Cepat, mudah, dan murah.
  • Dapat melihat gerakan larva atau trofozoit (jika sampel sangat segar).
  • Tidak perlu peralatan kompleks.

Kekurangan

  • Sensitivitas rendah pada infeksi ringan.
  • Banyak debris sehingga bisa mengganggu identifikasi.
  • Tidak dapat mengkonsentrasikan telur/larva.
  • Sediaan segera harus diperiksa (kurang stabil).
 
Morfologi Umum Telur Cacing yang Sering Ditemukan

Ascaris lumbricoides: bulat/oval, dinding tebal, albuminous coat.

Telur Ascaris lumbricoides


Trichuris trichiura: bentuk lemon, plug di kedua ujung.

 
Telur Trichuris trichiura



Hookworm: oval tipis, berisi blastomer.

Telur Hookworm


 
Enterobius vermicularis: oval asimetris.

telur Enterobius vermicularis

 
Taenia sp.: bulat tebal, onkosfer dengan kait.

Telur Taenia sp


Catatan K3 Laboratorium

  • Gunakan APD lengkap (sarung tangan, masker, jas lab).
  • Sampel feses termasuk limbah infeksius → buang ke wadah B3.
  • Bersihkan meja kerja dengan desinfektan setelah selesai.


Kesalahan Dampak Pencegahan
Sediaan terlalu tebal Telur tidak terlihat Gunakan sedikit sampel
Gelembung udara Menutupi lapangan pandang Tutup kaca penutup perlahan
Sampel tidak homogen Identifikasi sulit Aduk hingga merata
Penggunaan Lugol berlebihan Objek terlalu gelap Gunakan 1 tetes saja








Komentar

Postingan Populer